Tren Perawatan Kulit 2025: Dermatolog Soroti Lonjakan Pengguna Produk Skin Barrier
INDONESIA — Dalam laporan terbaru yang dirilis komunitas dermatologi Asia Pasifik, terjadi peningkatan signifikan penggunaan produk perawatan kulit yang berfokus pada perbaikan skin barrier sepanjang tahun 2025. Para ahli menyebut tren ini sebagai “the barrier movement,” sebuah perubahan besar dalam kebiasaan skincare masyarakat yang kini lebih mengutamakan kesehatan kulit dibandingkan sekadar hasil instan.
Dermatolog menyatakan bahwa kesadaran mengenai pentingnya lapisan pelindung kulit meningkat setelah berbagai penelitian menyoroti dampak polusi, stres, dan penggunaan produk yang terlalu keras terhadap kulit. Banyak konsumen kini beralih ke kandungan yang lebih lembut seperti ceramide, peptide, squalane, serta pelembap non-iritan. “Masyarakat mulai menghindari penggunaan produk berlapis-lapis tanpa tujuan jelas. Fokus utama bergeser ke menjaga fungsi dasar kulit,” ujar salah satu dermatolog dalam konferensi tersebut.
Sejumlah brand skincare lokal dan internasional pun merespons tren ini dengan meluncurkan rangkaian produk khusus skin barrier. Toko kecantikan besar melaporkan peningkatan penjualan hingga dua digit untuk kategori moisturizer dan serum berbahan restoratif. Para ahli memprediksi tren ini akan terus berkembang sepanjang tahun, seiring meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap skincare yang lebih aman, sederhana, dan sesuai rekomendasi ilmiah.
